STARLUX mengubah dua Airbus A350 menjadi karya seni dengan livery “logam cair”

Airbus A350. Foto: X @starluxjapan
Airbus A350. Foto: X @starluxjapan

Maskapai penerbangan Taiwan STARLUX Airlines mengumumkan sebuah proyek yang belum pernah ada sebelumnya di dunia penerbangan komersial, dengan mengungkapkan bahwa dua unit Airbus A350-1000 miliknya akan menerima livery khusus yang terinspirasi dari estetika “logam cair”.

Dinamai AIRSORAYAMA, inisiatif ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan seniman Jepang ternama Hajime Sorayama dan menandai pertama kalinya gaya khas sang seniman diterapkan secara menyeluruh pada sebuah pesawat komersial.

+ Kapal induk USS John F. Kennedy memulai uji coba laut di Amerika Serikat

Setiap pesawat akan menjadi instalasi seni bergerak dengan panjang lebih dari 70 meter. Airbus A350-1000 dengan registrasi B-58554 akan menerima livery AIRSORAYAMA Gold, sementara B-58553 akan dihiasi versi AIRSORAYAMA Silver, keduanya dengan sentuhan akhir cermin berwarna emas dan perak. Menurut STARLUX, kedua jet tersebut dirancang sebagai sebuah “dialog” visual di langit, berfungsi sebagai patung terbang yang saling melengkapi.

Proyek ini melampaui sekadar livery eksterior. Estetika AIRSORAYAMA juga akan diintegrasikan ke dalam identitas visual maskapai, elemen layanan di dalam kabin, video keselamatan, serta lini merchandising eksklusif, memperkuat gagasan untuk mengubah pesawat menjadi sebuah karya seni yang utuh, bukan sekadar platform promosi.

Airbus A350. Foto: X @starluxjapan
Airbus A350. Foto: X @starluxjapan

Untuk memungkinkan penerapan lapisan metalik tersebut, STARLUX bekerja sama dengan Airbus dan perusahaan MANKIEWICZ dalam pengembangan serta sertifikasi cat khusus yang kompatibel dengan badan pesawat A350 berbahan serat karbon. Material ini memenuhi persyaratan ketat perlindungan terhadap pelepasan listrik dan gangguan elektromagnetik, termasuk perlindungan terhadap sambaran petir.

Pengoperasian dua Airbus A350-1000 dengan livery AIRSORAYAMA dijadwalkan pada kuartal ketiga 2026. Inisiatif ini masuk dalam tradisi langka namun berkesan dari livery artistik dalam dunia penerbangan, di mana badan pesawat diperlakukan sebagai karya seni yang berdiri sendiri. Dalam kasus STARLUX, proyek ini menandakan strategi yang lebih luas untuk memikirkan ulang citra pesawat jarak jauh modern, dengan memadukan teknologi, desain, dan budaya kontemporer.

Diakui secara global, Hajime Sorayama terkenal dengan representasi hiper-realistis robot dan makhluk mekanis dengan sentuhan akhir “logam cair” yang mengilap. Pengaruhnya meluas ke desain industri, mode, dan perfilman, termasuk referensi visual dalam produksi seperti Rogue One: A Star Wars Story, serta kolaborasi ikonik dengan merek global seperti Sony dan Dior.

Sumber dan gambar: STARLUX Airlines | X @starluxjapan. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top